Sinyal-Sinyal Calon Penjualan Bab III

Sinyal-Sinyal Calon Penjualan

Cara Mengidentifikasi Sinyal – Sinyal Calon Pelanggan 

Mengidentifikasi sinyal calon pelanggan dalan melakukan pembelian produk, barang atau jasa memiliki beberapa alasan, yaitu sebagai berikut :

  1. Alasan ekonomis

Alasan ekonomis dalan mengidentifikasi sinyak keputusan calon pelanggan berarti berhubungan dengan masalah harga produk,untung rugi,kemampuan,dan penghasilan dari pelanggan.

2.Alasan biologis

Alasan biologis menjadi faktor sinyal-sinyal keputusan calon pelanggan dalam pembelian produk barang dan jasa,karena kebutuhan jasmaninya contoh : seseorang membeli makanan dan minuman.

3.Alasan sosiologis

Dalam hal ini calon pelanggan memberikan sinyal-sinyal untuk memutuskan membeli sebuah produk karena pengaruh individu di lingkungan tempat tinggal mereka.

4.Alasan psikologis

Alasan psikologis artinya kejiwaan yg ada pada diri masing-masing calon pelanggan. Contoh : seseorang memutuskan membeli pakaian yang berkualitas tinggi dengan harga yg mahal karna ingin dihargai.

5.Alasan agama atau kepercayaan 

Para pengusaha harus dapat mengidentifikasi sinyal-sinyal dari calon pelanggan dan memusatkan suatu pasar tertentu. maksudnya adalah menggolongkan para calon pelanggan tersebut menurut kepercayaan daerah,geografis,jenis kelamin, dan minatnya.

6.Bahasa Gerak Melalui Gerakan Tangan

Gerakan tangan tanpa disadari ternyata juga dapat dilakukan untuk memahami pelanggan Anda menunjukkan nilai positif atau negatif.

Pelanggan yang menunjukkan nilai positif, maka telapak tangan akan mantap ketika diajak berjabat tangan. Serta ketika ada benda di sekelilingnya dipegang ketika sedang Anda layani, maka pelanggan tersebut merasa mantap bekerjasama dengan Anda.

Kemudian pelanggan akan menunjukkan nilai negatif jika seperti berikut ini. Ketika pelanggan ragu dengan informasi yang Anda berikan, maka gerakan kedua telapak tangan akan saling digosokkan. Termasuk jika pelanggan mentautkan jari-jari tangan, maka pelanggan merasa tidak nyaman dengan pelayanan Anda.

  • Bahasa Gerak Melalui Gerakan Kaki                                                                                                                       

Gerakan kaki juga dapat menjadi bahasa tubuh untuk memahami pelanggan Anda. dari gerakan kaki kecil saja dapat memberikan penilai positif maupun negatif.

Perhatikan gerakan kaki pelanggan Anda yang menunjukkan nilai positif berikut ini. Yaitu, ketika duduk, kaki tidak terbuka lebar ataupun terlalu rapat dengan kedua lutut.

Kemudian perhatikan gerakan kaki pelanggan yang menunjukkan nilai negatif terhadap pelayanan Anda berikut ini. Yaitu, kedua kaki tidak dapat diam di tempat, baik ketika duduk ataupun berdiri. Merasa tidak jenak dengan keadaan saat itu, biasanya pelanggan Anda akan menggerakkan kaki ke kanan atau ke kiri untuk menghilangkan rasa bosan.

  • Bahasa Tubuh Pelayanan dan Penjualan

Dalam pergulatan di dunia bisnis, memang kita perlu meyakinkan kepada pelanggan atau calon pelanggan kita untuk memperkenalkan produk akan dijual. Tingkat kepercayaan seorang konsumen dapat dilihat dari bagaimana cara kita melayani. Dengan menggunakan bahasa tubuh yang baik, dapat memberikan keyakinan terhadap konsumen kita.

Meskipun anda tidak bertugas di bagian staf khusus dalam penjualan, anda harus menguasai beberapa bahasa tubuh ketika masuk dalam dunia marketing.

Berikut ini beberapa bahasa tubuh yang harus anda pelajari ketika anda terjun dalam bidang marketing, antara lain:

1.Tatapan mata yang meyakinkan

Dengan bahasa tubuh kontak mata mata ini menjadi salah satu bahasa tubuh yang paling penting. Ketika anda menawarkan produk atau layanan kepada konsumen, kontak mata mata akan mempengaruhi. Misalnya jika anda sedang berkomunikasi, lalu tatapan mata anda mengarah ke tempat lain, dengan bahasa tubuh ini pastinya pelanggan akan merasa terabaikan. Itu merupakan tindakan yang tidak baik. Sebaiknya anda fokus terhadap pandangan mata konsumen, tataplah dengan tajam, maka energi keyakinan akan tumbuh disitu dan mendapatkan kesan yang baik oleh pelanggan.

2.Berjalan dengan mantap dan semangat

Ketika anda berjalan di ruang atau lokasi anda usaha, di toko, di kantor atau entah itu di mana tempatnya, lalu ketika calon pembeli masuk, janganlah anda menampilkan kesan malas dan enggan untuk menghampiri pembeli. Bahasa tubuh anda harus menunjukan rasa semangat dan menumbuhkan energi yang positif. Ketika melakukan bahasa tubuh ini, anda jangan berlebihan, cukup dengan menunjukan bahwa anda antusias dalam melakukan pekerjaan yang anda lakukan dan menyambut pembeli di tempat anda, ini sudah menunjukan bahasa tubuh yang baik. Lalu berjabat tanganlah dengan pembeli dan membungkukan badan agar memberikan kesan yang ramah.

  1. Senyum yang ramah

Dalam melakukan aktifitas dalam dunia bisnis, kita perlu harus melakukan bahasa tubuh profesional. Ketika anda menyambut pembeli yang sedang datang, berikan senyuman ramah agar pembeli merasakan kenyamanan ketika ingin berkomunikasi atau membahas barang yang akan dibelinya. Meskipun hati anda sedang kacau, tapi ketika anda berhadapan dengan pembeli hendaknya jangan menampilkan kemuraman, sebab itu akan memberika kesan negatif terhadap pembeli. Dengan bahasa tubuh ini, pembeli akan merasakan kebebasan dalam memilih produk.

4.Langkah cepat dan sigap 

Bahasa tubuh yang satu ini sangat penting anda lakukan. Jika ada pelanggan yang mengalami kesulitan ketika memilih atau mencoba produk yang ingin di belinya, hendaknya anda sigap membantunya. Misalnya ketika seorang membeli motor, hendaknya anda dengan sigap menyalakan dan menyiapkan motor agar siap di coba oleh calon pembeli. Walau bahasa tubuh ini merupakan hal yang sederhana, namun itu akan menunjukan kepedulian terhadap pelanggan, membuat pelanggan nyaman.

Jika anda menginginkan usaha anda terpandang dan banyak yang menyukai, berikanlah layanan yang terbaik untuk para calon pembeli dan pelanggan gunakan bahas tubuh yang baik. Dengan bahasa tubuh yang baik, akan memberikan dampak yang positif bagi konsumen, karena ini menjadi penentu seorang pembeli untuk memutuskan lanjut atau tidak. Jadi, gunakanlah bahasa tubuh yang baik untuk hasil terbaik.

  • Respon Konsumen

Menurut Sarlito (1987), setiap tingkah laku pada hakekatnya merupakan tanggapan/balasan (respon) terhadap stimulus. Pendapat selaras diungkap oleh Mar’at (1984) yang menyatakan bahwa respon merupakan reaksi akibat penerimaan stimulus, dimana stimulus adalah berita, pengetahuan, informasi, sebelum diproses atau diterima oleh indranya. Individu manusia berperan sebagai unsur pengendali antara stimulus dan respon, sehingga yang menentukan bentuk respon individu  terhadap stimulus adalah stimulus dan faktor Individu itu sendiri (Miftah Toha, 1988).

Pengertian Respon Konsumen dan Kepuasan Konsumen – Menurut Berlo1960 (dalam Reza Yogaswara), Merumuskan respon sebagai sesuatu yang dikerjakan oleh seseorang sebagai hasil atau akibat menerima stimulus. Stimulus tersebut merupakan sesuatu yang dapat diterima oleh seseorang melalui salah satu penginderanya. Respon digolongkan menjadi dua jenis yaitu respon yang tidak nampak (covert response) dan respon yang nampak (covert response). Respon yang tidak nampak diwujudkan oleh seseorang kedalam aspek kognisi (pengetahuan) dan afeksi (sikap). Respon yang nampak diwujudkan kedalam aspek psikomotorik (tingkah laku). Antara respon yang nampak dan respon yang tidak nampak terdapat suatu keterkaitan, namun hubungan tersebut ada yang selaras dan ada yang tidak selaras.Selaras artinya sistemkognitif dan komponen efektif mempunyai sifat yang sama di semua seginya maka timbullah keadaan yang selaras dengan psikomotorik dan tidak ada dorongan untuk berubah, sedangkan tidak selaras artinya sistem kognitif dan komponen efektif itu mempunyai segi-segi yang tidak bisa berjalan bersama-sama, maka terjadilah ketidakselarasan dan timbulah tekanan yang mendorong untuk mengubah sistem kognitif sedemikian rupa sehingga tercapainya keadaan selaras (Sarlito,1987).

  • Pengertian Respon Konsumen

Setiap konsumen melakukan pembelian terhadap produk-produk tertentu dengan harapan tertentu mengenai apa yang akan dilakukan oleh produk atau jasa bersangkutan ketika digunakan dan kepuasan merupakan hasil yang diharapkan. Respon atau tanggapan dari konsumen setelah mengkonsumsi produk barang atau jasa, banyak dipengaruhi oleh karakteristik dari tiap konsumen yang bersangkutan. konsumen yang memiliki karakteristik berpendapatan tinggi, usia muda, dan berpendidikan tinggi akan mempunyai respon yang berbeda dengan konsumen yang karakteristiknya berpendapatan rendah, usia tua, dan berpendidikan rendah, walaupun menilai suatu benda yang sama.

Konsumen yang tidak puas akan suatu produk akan memberikan responnya dalam tiga kategori:

  1. Respon suara, misalnya minta ganti rugi dari penjual
  2. Respon pribadi, misalnya komunikasi lisan yang negatif kepada orang lain mengenai kekurangan produk tersebut.
  3. Respon pihak ke tiga, misalnya mengambil tindakan hukum.

Kepuasan dan tindakan konsumen harus mendapat tanggapan dari produsen untuk tetap menjalankan kelangsungan hidup perusahaan. Loyalitas dari seorang konsumen yang puas akan hasil dari suatu produk berupa barang atau jasa merupakan salah satu aset terbesar yang mungkin didapat oleh perusahaan, oleh karena itu, puas tidaknya konsumen terhadap suatu produk harus terus dipantau dan diukur oleh perusahaan. Cara-cara berikut ini banyak digunakan untuk mengukur kepuasan pelanggan:
1.    Sistem Keluhan dan Saran
Organisasi yang berwawasan pelanggan akan membuat mudah pelanggannya memberikan saran atau keluhan.
2.    Survey kepuasan pelanggan

Perusahaan tidak dapat beranggapan bahwa sistem keluhan dan saran dapat menggambarkan secara lengkap kepuasan dan kekecewaan pelanggan. Perusahaan yang responsif mengukur kepuasan pelanggan dengan mengadakan survey berkala. Perusahaan mengirimkan daftar pertanyaan atau menelpon suatu kelompok dari pembeli mereka untuk mengetahui tanggapan dan perasaan mereka terhadap berbagai aspek kinerja perusahaan. Perusahaan juga menanyakan pendapat pembeli terhadap kinerja pesaingnya. Konsep kepuasan pelanggan merupakan konsep mendasar dalam pemasaran sejak strategi pemasaran diarahkan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan.

  • Kepuasan Konsumen 

Kepuasan konsumen adalah tingkat perasaan konsumen setelah membandingkan dengan harapannya. Seorang pelanggan jika merasa puas dengan nilai yang diberikan oleh produk atau jasa maka sangat besar kemungkinannya untuk menjadi pelanggan dalam waku yang lama (Engel 1994).

Menurut Engel, Blackweel dan Miniard (1994) perilaku konsumen didefinisikan sebagai tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, menghabiskan barang dan jasa, termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan tersebut.

 

SUMBER : https://arekindo.blogspot.co.id/2014/06/tanda-tanda-sinyal-positif-yang-di.html

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

www.000webhost.com